Umroh adalah ibadah yang sunnah dan terdiri dari beberapa rukun yang harus dilaksanakan berdasarkan ajaran Nabi Muhammad saw. Artikel ini memberikan panduan lengkap tata cara umroh step-by-step, dari ihram sampai tahallul, sesuai dengan pemahaman mayoritas ulama dan pengalaman ribuan jamaah Mumtaz yang sudah menjalani ibadah ini.
Rukun Umroh (Hal Wajib yang Tidak Boleh Ditinggal)
Umroh memiliki 4 rukun, jika salah satu ditinggal maka umroh tidak sah. Berikut keempatnya:
- Ihram — berhadap niat untuk umroh dan memakai pakaian ihram
- Tawaf — mengelilingi Kaaba 7 putaran dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah
- Sa’i — berlari/jalan cepat antara Bukit Safa dan Marwa 7 putaran
- Tahallul — mencukur atau memendekkan rambut (sebagai tanda selesai ihram)
Selain 4 rukun ini, ada juga syarat-syarat yang harus terpenuhi: Islam, balig, berakal, bersih dari hadas besar dan kecil (suci), dan tidak ada penghalang kesehatan.
Persiapan Sebelum Berangkat (Sebelum Penerbangan)
Niat yang Ikhlas
Niat adalah fondasi semua ibadah. Sebelum berangkat, luruskan niat Anda:
- Niat hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan untuk turis atau pamer di media sosial
- Niat untuk melaksanakan perintah Allah sesuai ajaran Nabi Muhammad saw.
- Niat untuk menjadi jamaah yang displin, tidak mengganggu jamaah lain, dan menjaga akhlak baik
Doa niat umroh: “Labbaikallahumma umroh” (Aku datang, ya Allah, untuk menunaikan umroh)
Mandi dan Membersihkan Diri
Sebelum berihram, sebaiknya mandi (ghusl) atau minimal berwudhu dengan bersih. Ini mengikuti sunnah Nabi Muhammad saw. yang menyukai kebersihan.
Memakai Wewangian & Pakaian Rapi
Gunakan minyak wangi atau parfum sebelum memakai ihram (ini mubah dan disukai Nabi). Setelah mengenakan ihram, tidak boleh lagi pakai wangi-wangian.
Tahap 1: Ihram
Kapan? Mulai dari perjalanan ke Arab Saudi, atau saat sudah di Jeddah sebelum menuju Makkah (tidak boleh lebih dari Miqat — batas geografis tertentu).
Miqat (tempat mulai ihram):
- Miqat Jeddah (untuk yang datang via pesawat): Jeddah sendiri atau sebelum pesawat landing
- Miqat Madinah: Abyar Ali (jika berangkat dari Madinah terlebih dahulu)
- Tidak boleh melewati Miqat tanpa ihram (ini penting!)
Cara berihram (untuk laki-laki):
- Bersihkan diri (mandi/wudhu)
- Pakai 2 helai kain ihram putih (selimut) atau pakaian putih rapi (tidak ada jahitan tertentu)
- Pakai sandal biasa (terbuka di depan, tidak boleh pakai sepatu tertutup)
- Tidak pakai wewangian lagi setelah ihram
- Niat ihram di dalam hati dan ucapkan: “Labbaikallahumma umroh” beberapa kali
Cara berihram (untuk perempuan):
- Mandi/wudhu dan bersihkan diri
- Pakai pakaian rapi & sopan (tidak ada ketentuan khusus warna, tapi yang pokok: menutupi aurat)
- Jilbab/hijab biasa (tidak ada niqab atau cadar khusus ketika ihram, bisa pakai cadar tapi tidak melekat di wajah)
- Pakai wangi-wangian sebelum ihram (setelah ihram tidak boleh)
- Niat ihram di dalam hati dan ucapkan: “Labbaikallahumma umroh”
Talbiah (seruaan setelah ihram) — Sunah Dilakukan Berkali-kali:
“Labbaika Allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal hamda wa an-ni’mata laka wa al-mulk, la syarika lak.” (Aku datang, ya Allah, aku datang. Tidak ada sekutu bagimu. Aku datang. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milikmu semata.)
Talbiah ini diucapkan terus-menerus sampai tiba di Makkah dan akan melakukan tawaf.
Tahap 2: Tiba di Makkah dan Tawaf
Tawaf adalah mengelilingi Kaaba 7 kali putaran.
Persiapan Tawaf:
- Ambil wudhu sebelum tawaf (syarat tawaf)
- Jika dalam menstruasi, tunda tawaf sampai bersih
- Lepas ihram jika tidak ada halangan, atau tetap ihram jika lelah (bisa nanti after tahallul)
Prosedur Tawaf (7 Putaran):
Niat tawaf: “Aku berniat untuk tawaf umroh karena Allah”
- Putaran 1-3: Irama cepat (Raml) — khusus untuk laki-laki, jalan dengan cepat dan menggerakkan bahu seolah-olah berkekuatan
- Putaran 4-7: Jalan normal, tidak perlu raml lagi
- Selama tawaf, lebih banyak doa & zikir kepada Allah
- Setiap menyelesaikan 1 putaran, bisa doa dengan bebas (tidak ada doa khusus yang diwajibkan)
Hadyu (Tabrakan di Kaaba Dalam):
Saat mencapai sudut Kaaba yang ada batu Hajar Aswad, jamaah akan berdesak-desakan. Ini normal. Tips:
- Jangan kasar atau nakal ke jamaah lain
- Jika tidak kuat berdesak, boleh tawaf dari jauh (tetap sah)
- Fokus pada ibadah, bukan mencari sensasi menyentuh batu
Setelah Selesai Tawaf (7 Putaran):
- Sujud 2 rakaat di depan Maqam Ibrahim (tempat berkati Nabi Ibrahim as.) — atau di mana saja dekat Kaaba
- Doa setelah shalat: Doa pribadi dengan khusyuk kepada Allah
Tahap 3: Sa’i (Berlari Antara Safa & Marwa)
Sa’i adalah melaksanakan 7 putaran bolak-balik antara Bukit Safa dan Bukit Marwa.
Persiapan Sa’i:
- Wudhu (syarat sa’i)
- Sebaiknya langsung setelah tawaf, tapi boleh juga di hari yang berbeda (dalam 1 bulan)
- Bawa air atau minuman (sa’i bisa melelahkan)
Prosedur Sa’i (7 Putaran Bolak-Balik):
Niat sa’i: “Aku berniat untuk sa’i umroh karena Allah”
- Putaran 1: Mulai dari Bukit Safa, naik ke atas, doa: “Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar wa lillahil hamd.” Kemudian jalan/berlari ke Bukit Marwa
- Putaran 2: Dari Marwa kembali ke Safa
- Lanjutkan hingga putaran ke-7 berakhir di Marwa
- Untuk laki-laki: Putaran ke-5, 6, 7, boleh berlari cepat (di antara 2 tanda hijau di tempat datar)
- Untuk perempuan: Boleh jalan normal saja (tidak perlu berlari)
Doa Saat Sa’i:
Tidak ada doa khusus yang diwajibkan. Doa pribadi selama sa’i seperti: “Ya Allah, ampuni dosa-dosaku, berikan umroh yang mabrur, jauhkan aku dari penyakit, dll.”
Tahap 4: Tahallul (Mencukur atau Memendekkan Rambut)
Tahallul adalah tanda selesainya ihram dengan memotong rambut. Ini rukun umroh yang tidak boleh ditinggal.
Prosedur Tahallul:
Untuk laki-laki:
- Cukur botak semua rambut kepala (paling utama), atau
- Potong minimal 1/4 dari rambut kepala (boleh juga)
- Setelah cukur, dilarang ihram lagi sampai selesai (bisa pulang istirahat)
Untuk perempuan:
- Potong sepotong kecil rambut (tidak perlu cukur botak)
- Tidak perlu potong banyak, cukup 1-2 helai dari berbagai tempat
Setelah Tahallul, Anda Sudah Halal (Bebas dari Ihram):
- ✓ Boleh pakai wewangian lagi
- ✓ Boleh lepas ihram dan pakai pakaian normal
- ✓ Boleh behubungan suami-istri (jika menikah)
- ✓ Boleh berburu & hal-hal yang dilarang ketika ihram
- ✓ Umroh Anda sudah SUNNAH & sempurna
Hal-hal yang Dilarang Saat Ihram (Wajib Ditinggalkan)
Dilarang untuk Laki-laki & Perempuan:
- Pakaian yang dijahit (kecuali perhiasan)
- Wewangian (dupa, minyak wangi, sabun wangi)
- Berburu atau membunuh binatang
- Mencukur rambut (sebelum tahallul)
- Memotong kuku
- Menggunakan mandi sampo atau sabun yang berbau (boleh mandi air biasa)
Dilarang Khusus Perempuan:
- Cadar atau niqab yang melekat di wajah (tapi boleh pakai kerudung biasa)
- Sarung tangan (tapi boleh pakai tangan terbuka normal)
Dilarang Khusus untuk Keperluan:
- Tidak boleh hubungan badan (untuk suami-istri) selama ihram
- Tidak boleh meminum minuman keras atau berbohong
Jika Terjadi Pelanggaran Selama Ihram?
Jika tidak sengaja melanggar (misalnya lupa pakai wewangian sebelum ihram), tidak membatalkan umroh asalkan segera menyadari dan berhenti. Ada ketentuan dam (pembayaran) untuk pelanggaran tertentu, konsultasikan dengan guide atau imam masjid untuk detail.
Doa-Doa Penting Saat Umroh
Doa Masuk Masjidil Haram:
“Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, Allahumma salli ala Muhammad wa alihi…”
Doa Saat Melihat Kaaba (Pertama Kali):
Doa pribadi dengan hati yang tulus, tidak ada doa baku yang wajib.
Doa di Multazam (Sudut antara Rukun Yamani & Pintu Kaaba):
Tempat yang sangat dikabulkan doa. Doa pribadi dengan khusyuk untuk apa pun yang Anda inginkan.
Doa Setelah Selesai Umroh (Tahallul):
“Allahumma taqabbal minni wa afinni wa affu an…”
FAQ: Tata Cara Umroh
1. Apakah wajib dilakukan dengan guide? Atau bisa sendiri?
Boleh sendiri jika sudah tahu tata cara. Tapi paket umroh kami sudah include guide berpengalaman yang akan memandu step-by-step, jadi tidak perlu khawatir.
2. Berapa lama total waktu untuk 1 umroh (dari ihram sampai selesai)?
Bisa 1-2 jam jika cepat (tawaf + sa’i + tahallul). Tapi rata-rata jamaah butuh 3-4 jam untuk istirahat dan doa di sela-sela.
3. Bisakah tawaf dan sa’i dilakukan di hari yang berbeda?
Ya, boleh. Sa’i boleh dilakukan dalam 1 bulan setelah tawaf. Tapi lebih baik dilakukan berturut-turut untuk praktis.
4. Bagaimana jika istri/suami menstruasi? Apakah umrohnya dibatalkan?
Tidak dibatalkan. Perempuan menstruasi boleh melakukan semua ibadah KECUALI tawaf. Ditunda sampai bersih, baru tawaf. Sa’i, tahallul tetap bisa dilakukan setelah tawaf selesai.
5. Apakah ada doa khusus yang harus dihafalkan sebelum umroh?
Tidak ada doa wajib. Tapi sangat direkomendasikan hafal: Talbiah, Takbir (Allahu Akbar), Tahlil (La ilaha illallah), dan doa pribadi dengan bahasa sendiri/bahasa ibu Anda.
Kesimpulan: Umroh Adalah Ibadah Mulia
Tata cara umroh sebenarnya sederhana: ihram, tawaf, sa’i, tahallul. Asal niat ikhlas dan mengikuti sunnah Nabi, inshaAllah umroh Anda diterima di sisi Allah dan menjadi pengalaman spiritual yang mengubah hidup.
Sudah siap melakukan umroh? Lihat paket umroh kami atau pilih durasi yang sesuai. Guide kami siap menemani setiap langkah ibadah Anda hingga selesai dengan sempurna. Semoga Allah terima dari kita semua! 🕋
